Suhu rata-rata
Suhu rata-rata menurut negara
Ulasan
Negara menonjol
Burkina Faso memiliki suhu rata-rata tertinggi sebesar 30,4°C, diikuti oleh Mali, Senegal, dan Mauritania, dengan 10 besar didominasi oleh negara-negara Afrika serta beberapa negara Asia dan Oseania yang sangat hangat seperti Tuvalu, Uni Emirat Arab, dan Maladewa. Di ujung lain, Kanada memiliki nilai terendah sebesar -4,03°C, sedikit di bawah Rusia dengan -3,79°C, sementara Mongolia, Islandia, Norwegia, dan Finlandia juga termasuk di antara yang terdingin. Kejutan yang menonjol adalah Tuvalu berada di peringkat kelima secara keseluruhan, dan Eropa tampak sangat terwakili di antara negara-negara dengan peringkat terendah.
Tren regional
Oseania mencatat rata-rata benua tertinggi sebesar 25,16°C, diikuti rapat oleh Afrika sebesar 24,55°C dan Amerika Utara sebesar 23,63°C. Amerika Selatan juga berada di atas rata-rata global dengan 21,56°C, sementara Asia pada 19,16°C sedikit di bawah rata-rata keseluruhan 19,52°C. Eropa menonjol sebagai wilayah yang jauh lebih dingin daripada wilayah lainnya, dengan rata-rata benua sebesar 9,705°C.
Sumber data
Angka-angka ini berasal dari dataset World Bank CRU 1991-2020 dan diukur dalam derajat Celsius (°C). Dataset ini mencakup 196 negara. Nilai-nilai tersebut adalah rata-rata suhu per negara, sehingga merangkum kondisi nasional, bukan variasi musiman lokal atau variasi di dalam negara.
Interpretasi
Nilai yang lebih tinggi menunjukkan suhu rata-rata nasional yang lebih hangat, sedangkan nilai yang lebih rendah menunjukkan iklim yang lebih dingin. Data ini menunjukkan sebaran global yang luas, dari negara-negara Sahel dan tropis yang sangat panas hingga negara-negara utara dan lintang tinggi yang sangat dingin. Secara keseluruhan, peringkat ini sangat dipengaruhi oleh geografi, terutama lintang dan iklim regional, sehingga nilai tinggi atau rendah menggambarkan kondisi iklim, bukan kinerja dalam arti sosial atau ekonomi.