CO2 per kapita

CO2 per kapita menurut negara

Sumber data: EDGAR 2023Satuan: t CO2/capArah: Lebih rendah lebih baik

Ulasan

Negara menonjol

Karena semakin rendah semakin baik, negara-negara dengan kinerja terbaik adalah para pengemisi sangat rendah di bagian atas peringkat, dipimpin oleh Republik Demokratik Kongo dengan 0.04 t CO2/cap, diikuti Somalia dengan 0.05 dan Burundi dengan 0.06. Pengemisi per kapita tertinggi terkonsentrasi di bagian bawah, terutama Palau dengan 62.59, Qatar dengan 43.55, dan Kuwait dengan 24.9. Pola yang mencolok adalah bahwa seluruh 10 negara dengan emisi terendah berada di Afrika, sementara beberapa negara dengan emisi tertinggi berada di Asia dan Amerika Utara.

Tren regional

Afrika memiliki rata-rata benua terendah sejauh ini, yaitu 1.266 t CO2/cap, jauh di bawah Amerika Selatan dengan 2.783 dan Amerika Utara dengan 3.735. Eropa berada lebih tinggi pada 5.646, sementara Asia mencapai 7.016 dan Oseania mencatat rata-rata regional tertinggi pada 9.355. Secara keseluruhan, rata-rata regional menunjukkan kesenjangan yang jelas antara Afrika dan बाकी dunia, dengan Oseania dan Asia menonjol di sisi yang tinggi.

Sumber data

Angka-angka ini berasal dari EDGAR 2023 dan diukur dalam ton CO2 per orang (t CO2/cap). Dataset ini mencakup 193 negara. Catatan pentingnya adalah bahwa ini merupakan ukuran per kapita, sehingga mencerminkan emisi relatif terhadap populasi, bukan total emisi nasional.

Interpretasi

Nilai yang lebih tinggi berarti lebih banyak CO2 yang dilepaskan per orang, sehingga nilai yang lebih rendah menunjukkan jejak karbon per kapita yang lebih kecil. Rata-rata global adalah 4.548 t CO2/cap, tetapi sebaran data yang sangat besar, dari 0.04 hingga 62.59, menunjukkan betapa tidak meratanya emisi antarnegara. Hasil ini menunjukkan bahwa emisi per kapita sangat rendah di banyak negara Afrika, sementara sekelompok kecil negara mencatat tingkat yang sangat tinggi.